Terbakar Jingga

Cerita Gue

Ada dua alasan yang seharusnya membuat Felly membenci Yovie, yang pertama Yovie merokok, dan yang kedua Yovie tidak pernah melihatnya, maksudnya dalam arti lain, seperti tidak pernah memperhatikan keberadaannya. Tapi hanya cukup satu alasan yang membuat Felly tidak dapat membencinya, yaitu karena dia mencintainya.

“Kamu tahu kenapa aku menyukai rokok?” Yovie berkata sambil berjalan.

“Umm…” Felly menggumam, matanya lurus ke bawah memperhatikan konblok yang ia jejaki.

“Hey, Felly…” Yovie menyenggol lengan Felly dengan sikunya, “kamu dengar?”

“Hah,” Felly terkejut, lalu menoleh ke arahnya, dan ia baru menyadari kalau Yovie sedang merokok, “hey! Sejak kapan kamu mulai merokok?!”

“Sejak… entahlah, aku pun tidak ingat jelas.”

“Tidak baik untuk kesehatan, buang!” perintah Felly sambil berusaha mengambil rokok dari mulut Yovie. Namun Yovie mengelak dan menghisap rokok yang baranya sudah mendekati bibirnya, lalu menghebuskan asapnya dengan lembut ke udara malam yang sangat dingin. Felly merengut dan memasukkan tangannya ke saku celana.

“Merokok membuatku teringat seseorang.” Ujar Yovie sambil menjatuhkan puntung rokok dan menginjaknya dengan ujung sepatu.

“Siapa?”

Yovie membisu.

Iklan

Untuk Aprilia

Cerita Gue

“Jangan sampai tengah, nanti hanyut!” suaramu memekik dari bibir pantai yang kala itu langit sedang dilukis Tuhan dengan warna jingga. Kamu mencoba memperingatiku, namun aku sama sekali tidak mendengarmu, lebih tepatnya tidak memperdulikan peringatanmu. Aku terus saja berjalan, tidak, tidak benar-benar berjalan tapi setengah berenang menuju senja matahari, entah apa yang aku tuju saat itu, aku terlalu terpesona akan senja dan aku meninggalkamu jauh di belakang dengan wajah yang cemas.

“Kamu jangan cemas!” sahutku dari tengah-tengah air dengan tubuh yang terombang-ambing dan terguncang ombak yang menggulung ganas, “Aku bisa berenang!”.