Tegur Sapa

Cerita Gue

“Dari beberapa lelaki yang menidurimu, mengapa kau memilih aku sebagai ayah anak ini?”

“Entahlah, aku hanya merasa bahwa kaulah yang berhak atas tanggung jawab ini.”

Mereka berdua terdiam, Rudi Kempot dan Mariyam. Sepanjang petang mereka membicarakan perkara siapa ayah dari calon anak yang dikandung Mariyam. Calon anak yang bahkan tidak memiliki masa depan.

“Anak celaka!” Rudi Kempot mengumpat.

“Prasangka seorang ibu tidak pernah keliru, Kang.” Mariyam mengelus-elus perutnya yang belum terlihat buncit.

Iklan

Jangan Jatuh Cinta Dulu

Cerita Gue

Belum bisa…

Aku masih belum bisa membuka hati.

Mungkin akan lama…

Atau mungkin, akan sangat lama.

Aku tidak tahu.

Kata-kata itu terucap begitu saja dari mulutmu. Aku tidak tahu harus berkata apa?

Tidak perlu terburu-buru membuka hati. Aku mengerti apa yang kamu rasakan sekarang. Aku akan menunggumu. Jadi kamu tidak usah khawatir tidak ada yang menyayangimu. Lagi pula selama ini bukankah aku selalu menunggumu? Ingin sekali aku mengucapkan kalimat seperti itu padamu, tapi sayangnya, aku tetap tidak bisa berkata apa-apa saat ini. Kamu di hadapanku, dan kamu sedang patah hati. Malam ini aku hanya ingin menghiburmu. Jadi, aku akan bertingkah sedikit agak konyol.