Lelaki yang Patah Hati

Cerita Gue

pijar rizky adhitya

Beberapa hari terakhir ini Iman terus memikirkan seorang wanita. Mengingat tentang apa yang mereka lakukan beberapa bulan lalu.Ketika itu, sang wanita datang kepadanya untuk memesan sebuah lukisan wajah, Iman bertanya tentang bagaimana wanita itu tahu kalau ia menjual jasa melukis wajah. Dan wanita itu bilang dengan bibir tersenyum, “dari teman sekelasmu sewaktu kuliah.”

Iman berpikir sejenak, siapa yang dimaksud dengan temanku sewaktu kuliah itu? Wanita itu melanjutkan, “Riani.” Ya, Iman mengingatnya sedikit, ia tak perlu mengingat terlalu banyak, ia takut kepalanya akan sakit kalau terlalu jauh berpikir, dan yang terpenting, saat itu ia tengah berhadapan dengan wanita cantik yang nantinya akan ia sebut dengan Nona Ranum.

Lihat pos aslinya 939 kata lagi

Iklan

BALADA SI PEMUDAH JATUH CINTA

Uncategorized

Setelah perjalan cinta gue yang begitu hina dan penuh penolakan di mana-mana, akhirnya gue dapat menyimpulkan semua kisah yang telah terjadi.

Kesimpulan dari semua kisah cinta gue yang selalu tersuckitty (tersakiti):

1. Cewek itu gak bisa kosong, maksudnya selalu ada seseorang di belakang kita yang sedang PDKT-in dia, artinya gak cuma kita yang deketin dia. Gue anggap cowok-cowok udah ngerti.

2. Sebaiknya jangan menyukai cewek populer kecuali kita juga populer, ya kali cewek cakep mao sama cowok culun kayak elo. Iya elo! Gak nyadar.

3. Jangan terpancing kalimat “kita jalani dulu ya,” karena siapapun dia, cowok atau cewek kalau sudah bilang begitu pasti bakal belok. Awalnya lo jalan berdua, tapi pas sampe pertigaan (baca postingannya yaaa)

pijar rizky adhitya

Cinta. Semua orang pasti pernah jatuh cinta, pernah patah cinta dan pernah nangisin cinta. Ini bukan soal seberapa cengengnya kita nangisin cinta! Tapi ini tentang gue yang hampir setiap bulan jatuh cinta dan setiap bulan itulah gue ditolak cewek yang gue taksir.

Gue sebagai cowok yang gampang jatuh cinta sejatinya masih ingat ketika ditolak empat cewek di tiga bulan terakhir.

Lihat pos aslinya 711 kata lagi

Tumbuh

Cerita Gue, Fiksi

Seperti biasa, aku bersama sebuah Pena berinisiatif mengambil selembar kertas gambar. Aku sedang ingin corat-coret, dan sang Pena sedang ingin menciptakan kenangan dengan tintanya.

sang Pena mulai menari-nari di atas kertas gambar, itu adalah tempat yang paling ia sukai, pun bagiku. Bersama kami menghasilkan sebuah coretan, yang bermula dengan mata, hidung, bibir, kemudian jadilah ia seorang gadis dengan kaki menyerupai akar pohon.

Sekejap, gadis itu berbicara kepadaku, “bagaimanapun kita ini manusia, selalu tumbuh dari hari ke hari.” begitulah ucap gadis berambut hijau yang mengenakan dres bergaris violet-hitam kepadaku.

Dengan sebuah ceret berwarna merah muda di sebelah tangannya ia menatapku dengan senyum, lalu berkata kemudian, “namun, tak cukup jika hanya tumbuh. Di setiap kita harus memiliki arti, arti bagi yang lain. Saling menjaga, agar dapat tumbuh, kemudian kita dapat hidup. bukan sekedar hidup belaka. Yakni kehidupan.”

***

 

Penari Bulan

Cerita Gue, Uncategorized

Selesai shalat subuh berjamaah di Surau, Kyai Husein bersama dua orang jamaah remaja berjalan melintasi kebun bambu dan mendengar suara tangisan bayi. Mereka berhenti dan saling memandang satu sama lain seolah berkata, apa ada yang mendengar suara tangis bayi?

Jadi mereka berjalan ke arah pohon bambu yang tinggi dan cabangnya melengkung seperti joran pancing yang umpannya tengah digigit ikan besar. Mereka kesulitan mencari karena senter yang dibawa salah satu remaja kehabisan baterai, sementara langit belum terlalu terang. Namun mereka terus mencari hanya dengan mengandalkan cahaya matahari yang belum sepenuhnya muncul dan membuat pemandangan sekitar terlihat abu-abu.

Kyai Husein menunjuk ke salah satu pohon, dan mereka melihat sebuah kardus dengan bercak hitam yang sepertinya itu adalah darah tengah bergerak-gerak di antara batang-batang bambu yang malang-melintang. Ia meminta kedua remaja mengeluarkan kardus itu. Dengan segera Kyai Husein membuka kardus dan mendapati seorang bayi yang masih merah dengan balutan kain yang sudah terlepas berusaha bernapas dengan susah payah.

Kyai Husein tanpa ragu mengangkat bayi itu, diletakkannya di dada dengan kehangatan seorang ayah yang sedang menggendong anak pertamanya. Ia tidak memikirkan darah yang mengotori gamisnya yang putih bersih. Sejenak, ia perhatikan bayi itu bukanlah bayi yang masih merah, namun kulit bayi itu memanglah hitam dan dari sela-sela pangkal kakinya, ia tahu, bayi itu perempuan.

Perempuan yang Sering Kita Bicarakan

Cerita Gue

Seseorang telah mencuri hatinya. Hati yang sangat ia lindungi selama ini. Malam itu aku sedang menyelesaikan sebuah projek video yang kugarap beberapa hari belakangan ini. Jujur saja, aku senang dia datang menemuiku.

Andro namanya, dan dia sedang jatuh cinta.

Berulang kali dia bicara tentang perempuan si pencuri hati itu, beberapa kali ia mengumpat, “sialan, aku jatuh cinta, padahal aku sudah susah payah agar tidak jatuh cinta padanya!”

Aku masih dengan komputerku, sesekali menanggapinya dengan tertawa kecil, menganggap lucu tingkah konyolnya itu.

“Cinta itu lucu, padahal ia dicuri, tapi malah direlakan begitu saja,” katanya lagi. Aku semakin merasa lucu karena dia begitu bodoh menanggapi cinta dengan begitu.