Tegur Sapa

Cerita Gue

“Dari beberapa lelaki yang menidurimu, mengapa kau memilih aku sebagai ayah anak ini?”

“Entahlah, aku hanya merasa bahwa kaulah yang berhak atas tanggung jawab ini.”

Mereka berdua terdiam, Rudi Kempot dan Mariyam. Sepanjang petang mereka membicarakan perkara siapa ayah dari calon anak yang dikandung Mariyam. Calon anak yang bahkan tidak memiliki masa depan.

“Anak celaka!” Rudi Kempot mengumpat.

“Prasangka seorang ibu tidak pernah keliru, Kang.” Mariyam mengelus-elus perutnya yang belum terlihat buncit.

“Ah! Itu hanya akal-akalanmu saja…” Rudi Kempot berdiri, “lalu si Sadat, Anwar, Kosasih dan Heru? Mereka juga ikut ambil alih kau di sawang tempo hari, kan!”

“Tapi hanya kau harapanku, Kang. Sudikah kau-”

“Cuih!”

Rudi kempot pergi menjauh dan menghilang dalam kabut yang perlahan turun. Sementara Mariyam hanya mampu menangis, kemudian ia berbisik kepada calon anak yang masih berupa segumpal darah, “esok hari, kau akan segera bertegur sapa dengan ayahmu wahai buah hatiku yang lucu.”

***

Mariyam hanya ingin Rudi Kempot menyapa anaknya ketika lahir kelak. Namun, jika nantipun Rudi Kempot tetap enggan melakukan itu, maka dengan sangat terpaksa ia sendiri yang akan mempertemukannya langsung dengan sang anak. Bagaimanapun caranya.

***

Perutnya sudah tak lagi muat menampung satu tubuh manusia, meski telah dipotong-potong kecil, ia tetap tidak mampu. Mariyam merasa lega dan damai setelah Rudi Kempot bersedia menyapa anaknya dan menemani sang calon anak yang tak perlu lagi khawatir lahir tanpa ayah. Ia tak pernah menduga Rudi Kempot akan sudi menyapa anaknya, sebagaimana Rudi Kempot tak pernah mengira bahwa hidupnya akan berakhir di dalam sebuah perut seorang wanita yang celaka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s