Pencari Kebahagiaan

Cerita Gue, Fiksi

Tak ada yang
lebih lembut
dari tatapanmu,
bahkan
anginpun kalah.

Tak ada lain yang
lebih meneduhkan
dibanding satu
senyumanmu,
bahkan
mataharipun tak
sanggup melawan.

Kau kedua yang
aku yakini
setelah yang
pertama adalah
Tuhan.

Kepintaranmu
tertera pada
setiap denting
suara yang kau
lantun.

Seputih sayap
bidadari lakumu
indah tak
tercela.

Kau terpuji di
hatiku.
Tempat aku
menyimpan
segala hal
dengan baik.

Andai mampu
kutengok lebih
dalam pada
hatimu.

Sediakah
kuambil cinta
pertama untuk
kubuai dan
kucumbu?

Jika boleh?
Dengan segera
dan tanpa
seizinmu aku akan
berhenti mencari
kebahagiaan di
tempat lain.
Sebab.
Kau sudah lebih
dari segala.
_____________

August ’16, Tangerang

Iklan