Tumbuh

Cerita Gue, Fiksi

Seperti biasa, aku bersama sebuah Pena berinisiatif mengambil selembar kertas gambar. Aku sedang ingin corat-coret, dan sang Pena sedang ingin menciptakan kenangan dengan tintanya.

sang Pena mulai menari-nari di atas kertas gambar, itu adalah tempat yang paling ia sukai, pun bagiku. Bersama kami menghasilkan sebuah coretan, yang bermula dengan mata, hidung, bibir, kemudian jadilah ia seorang gadis dengan kaki menyerupai akar pohon.

Sekejap, gadis itu berbicara kepadaku, “bagaimanapun kita ini manusia, selalu tumbuh dari hari ke hari.” begitulah ucap gadis berambut hijau yang mengenakan dres bergaris violet-hitam kepadaku.

Dengan sebuah ceret berwarna merah muda di sebelah tangannya ia menatapku dengan senyum, lalu berkata kemudian, “namun, tak cukup jika hanya tumbuh. Di setiap kita harus memiliki arti, arti bagi yang lain. Saling menjaga, agar dapat tumbuh, kemudian kita dapat hidup. bukan sekedar hidup belaka. Yakni kehidupan.”

***

 

Iklan