Seseorang

1

Matahari merah ranum, pertanda akan segera jatuh.

Sayangnya, pada saat itu,

Aku belum mengerti bahwa cinta bisa tenggelam,

Kemudian mati.

.

Ini sungguh tidak benar,

Perasaan ini!

.

Kupikir, ada yang salah dengan kita!

Bukankah kita tidak bisa menempatkan dua cinta pada satu hati yang sama?

Apakah kita harus menyingkirkan salah satunya? Supaya muat?

Tentu!

.

Tapi!

.

Ini aspirasinya lewat hati.

Dan inginnya dari hati ke hati.

Hati kita, hatiku dan hatinya, bukan hati kekasihku.

.

Ada yang runtuh ketika orang itu berkata “Aku harus pindah.”, adalah hatiku.

Ada yang meleleh ketika orang itu mulai mencintai orang lain selain aku, adalah air mataku.

Ada yang tidak bisa bekerja ketika orang itu benar-benar pergi, adalah jantungku.

Rasanya sesak,

Rasanya pedih,

Rasanya gelap,

Rasanya dingin,

Sepertinya air mata telah memenuhi segenap rongga dadaku.

.

Aku tidak bisa bernapas.

.

.

2

Mencintai itu perihal hati,

Memiliki itu perihal waktu.

Sementara kita?

Hanya sebatas hati yang tak mengenal waktu.

.

Tidak! Bukan kita.

Hanya aku!

.

Senja ini, hatiku tertancap pada trilyunan pasir di tepi pantai,

Mengisyaratkan betapa kokohnya hati,

Walau dihantam ombak terus-menerus.

.

Jutaan waktu kuhabiskan untuk mencintai seseorang yang lebih mencintai orang lain.

.

Dahulu, kau pernah berucap:

Kita akan mengetahui cinta sejati itu ada ketika kita disakiti,

Dan tidak akan ada sedikitpun kebencian di dalam hati untuknya,

Kita tidak bisa untuk tidak memaafkannya.

.

Sekarang aku mengerti!

Aku harus pindah, meski tanpa membawa cinta sejati di dadaku.

Aku, seseorang yang kau baca “Orang itu” meninggalkanmu.

.

.

-Pijar, Tangerang 2015-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s