Kamu

Cerita Gue, Fiksi

Aku punya sepenggal debat kita semalam, Farra.

Tidak, bukan kita, hanya aku dan seorang kamu yang pasif.

 

Kamu cukup tau ya, aku orangnya keras kepala.

Kamu cukup tau ya, kalau cuma aku yang bilang “enggak” ketika kamu tanya “sayang apa enggak,” padahal sebenernya, iya, aku sayang kamu!

Kamu cukup tau ya, cuma aku orang yang nanya berulang kali tentang “kenapa kamu cuma iseng aja?”

Kalau nanti ada orang yang lebih baik dari aku.

Gak pernah mengucap kata-kata kayak aku barusan, dan gak keras kepala.

Jangan pernah inget-inget aku lagi.

Focus ke dia saja, sama kayak kamu focus ngerjain skripsi kamu.

Jangan abaikan dia kayak kamu abaikan aku, jadinya aku juga ngabaikan kamu, kan.

 

Umm… ya udah gini aja.

Soalnya kamu juga orangnya gitu aja, kan?

Gak usah dibaca, eh tapi mana mungkin gak kebaca ya? Hehe

 

Terakhir.

 

Aku sayang kamu.

Tapi aku tahu kamu penuh pertimbangan.

Beda sama aku.

Aku terlalu kekanak-kanakan, begitu?

Kalau kamu bilang aku sama saja kayak cowok yang lain, yang bisanya cuma nyakitin.

Iya itu emang salahku.

 

Oh iya, kamu gak pernah ganggu aku kok, malah aku yang tiba-tiba dateng terus gangguin kamu, hehe.

 

Maaf ya.

 

Aku cuma kangen.

Okey, aku bakal berhenti ngoceh tentang ini-itu.

 

-dari orang yang pernah mengabaikanmu-

 

 

Hingga 2 minggu penggalan percakapan kita selesai aku rangkum di selembar kertas, aku masih menyimpannya di laci meja kerjaku.

Iklan

2 pemikiran pada “Kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s